Shalawat Nur al-Dzatiy Imam Abul Hasan Assyadzilliy

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ النُّورِ الذَّاتِي وَالسِّرِّ السَّارِي فِي سَائِرِ الأَسْمَاءِ وَالصِّفَاتِ. 

Artinya: “Ya Allah limpahkan shalawat, salam, dan berkah, kepada pemimpin kami Nabi Muhammad cahaya zat dan rahasia yang berjalan di malam hari di dalam seluruh asma dan sifat.”

Penjelasan:
Shalawat di atas bersumber dari Sayyidina al-Imam Abul Hasan Al-Syadzilliy Radhiyallahu Anhu. Syaikh Ahmad Bin Muhammad al-shawi al-maliki berkata: “shalawat ini  sebanding dengan seribu shalawat lainnya. Sedangkan Imam Ahmad al-Malawwiy mengatakan sebanding dengan seratus ribu shalawat. Imam Ibn Abidin al-Hanafiy mengatakan: bahwa shalawat ini jika dibaca sebanyak lima ratus kali memiliki keutamaan untuk melepaskan segala kesulitan. (lihat: Afdhalus shalawat alas sayyidis sadat karya Imam yusuf Bin Ismail aNNabhaniy)

By

H. Rizki Zulqornain Asmat

Khadimut Thalabah Ma’had al-Muafah Cakung

Shalawat al-Ridhaiyyah (Syaikh Ahmad Dardir)

Shalawat al-Ridhaiyyah

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍصَلاَةً الرِّضَا وَارْضَ عَنْ أَصْحَابِهِ رِضَاءَ الرِّضَا .

Artinya: “Ya Allah, berikan rahmat yang disertai Ta’zhim kepada Nabi Muhammad, sebenar-benar shalawat sempurna yang Engkau ridha dan Engkau berikan keridhaan kepadanya, dan berikanlah keridhaan yang tinggi kepada para sahabatnya.”

Para ulama mengatakan; “Keutamaan shalawat al-Ridhaiyyah, apabila dibaca 70 kali, akan mengabulkan segala doa kebaikan.”[1]

By
H. Rizki Zulqornain Asmat al-Batawiy
Khadimut Thalabah Ma’had al-Muafah

[1] Syaikh Yusuf Ibn Ismail al-Nabhaniy, Saadah al-Darain Fi Shalat Ala sayyid al-kaunain (Beirut: Dar al-Fikr) h. 14; Syaikh Ahmad Ibn Muhammad al-Shawiy, al-Asrar al-Rabbaniyyah Wa al-Fuyudh al-Rahmaniyyah Ala Shalawat al-Dardiriyyah (Surabaya: Bungkul Indah) h. 40.