Adab-Adab Safar (Bekal Perjalanan)

Adab-Adab Safar

Apabila terbetik dalam diri kita keinginan melakukan safar (perjalanan), maka kita disunnahkan melakukan hal-hal berikut:

  1. Bermusyawarah dan meminta nasehat kepada ahli agama.
  2. Melakukan shalat istikharah 2 rakaat.

Jika telah positif keinginan melakukan safar, maka kita disunnahkan:

  1. Memiliki niat ikhlash dalam melakukan perjalanan.
  2. Mempersiapkan nafaqah kepada keluarga yang ditinggal seukuran masa bepergian.
  3. Memberikan washiyat (pesan) kepada keluarga atau saudara.
  4. Meminta izin kepada orang yang kita punya hutang kepadanya.
  5. Meminta keridhaan kedua orang tua, guru kita dan orang yang kita tuakan dalam keluarga.
  6. Bertaubat dari segala dosa dan memperbanyak istighfar.
  7. Mencari informasi tentang hal-hal yang terkait dengan tujuan perjalanan. Jika tujuan perjalanannya dagang, maka ia pelajari ilmu tentang dagang. Jika tujuannya haji atau umrah, maka ia pelajari manasik. Jika tujuannya ziarah ke maqam Auliaya, maka ia pelajari adab-adab ziarah.[1]
  8.  Melakukan shalat sunnah safar sebanyak 2 rakaat, sebelum keluar rumah. Pada rakaat pertama setelah al-Fatihah membaca surat al-Kafirun. Dan rakaat yang kedua setelah al-Fatihah membaca surat al-Ikhlash. Fadhilah (keutamaan) shalat ini, Allah akan memberikan kita penjagaan dari hal-hal jahat. Niatnya sebagai berikut:

اُصَلِّي سُنَّةَ الْخُرُوْجِ مِنَ الْبَيْتِ لِلسَّفَرِ رَكْعَتَيْنِ ِللهِ تَعَالَى .

Artinya:”Aku niat shalat sunnah keluar rumah untuk safar dua rakaat karena Allah Taala.”

Adapun pelaksanaannya kapan saja boleh, kecuali pada 5 waktu Karahah. 5 waktu karahah tersebut adalah:

  1. Tiga berkaitan dengan waktu:
  1. Ketika terbit matahari hingga meningginya matahari sekira-kira satu tombak. (empat derajat, satu derajat itu 4 menit). Maka tidak boleh mengerjakan shalat sunnah mutlaq atau Dzatu Sabab mutaakhir setelah terbitnya matahari kecuali jika sudah berlalu dari mulai terbitnya matahari tersebut 16 menit kemudian.
  2. Pada waktu Istiwa (matahari pada titik kulminasi) hingga zawal (gelincir ke arah barat)
  3. Pada waktu menguningnya cahaya matahari di ufuq bagian barat hingga terbenam.
  1. Dua berkaitan dengan pekerjaan:
  1. Setelah shalat shubuh sampai berlalu 16 menit dari waktu terbitnya matahari.
  2. Setelah shalat Ashar hingga terbenamnya matahari.

Setelah memberi salam disunnahkan membaca ayat Kursiy kemudian membaca surat al-Quraisy ( ِلاِيْلفِ قُرَيْشٍ ).

Disunnahkan pula setelah membaca doa-doa perlindungan seperti di bawah ini:

اَللَّهُمَّ إِلَيْكَ تَوَجَّهْتُ , وَبِكَ اِعْتَصَمْتُ ، اَللَّهُمَّ اكْفِنِي مَا أَهَمَّنِي ، وَمَا لَمْ أَهْتَمَّ لَهُ . اَللّهُمَّ زَوِّدْنِي التَّقْوَى ، وَاغْفِرْ لِي ذَنْبِيْ .

Artinya:Ya Allah kepada-Mu aku menghadap, dengan-Mu aku berlindung. Ya Allah cukupilah diriku apa yang dianggap penting untukku dan sesuatu yang tidak aku butuhkan. Ya Allah berikanlah aku bekal Taqwa dan ampunilah dosaku.”

اللَّهُمَّ أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَضِلَّ أَوْ أُضَلَّ أَوْ أَزِلَّ أَوْ أُزَلَّ أَوْ أَظْلِمَ أَوْ أُظْلَمَ أَوْ أَجْهَلَ أَوْ يُجْهَلَ عَلَيَّ .

Artinya:”Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari tersesat dan disesatkan atau tergelincir dan digelincirkan atau berbuat zhalim dan dizhalimi atau jahil dan dijahilkan diriku dalam perjalanan.”

Doa ketika naik kendaraan:

سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ . وَإِنَّا إلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ .: الْحَمْدُ لِلَّهِ.وَاَللَّهُ أَكْبَرُ (ثَلَاثًا) , اللَّهُمَّ لَا إلَهَ إلَّا أَنْتَ ظَلَمْتُ نَفْسِي فَاغْفِرْ لِي , فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إلَّا أَنْتَ .اللَّهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِي السَّفَرِ , وَالْخَلِيْفَةُ فِي الْأَهْلِ وَالْمَالِ , اللَّهُمَّ إنِّي أَعُوذُ بِك مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَر ِ.وَكَآبَةِ الْمُنْقَلَبِ , وَسُوءِ الْمَنْظَرِ فِي الْأَهْلِ وَالْمَالِ .

Artinya:”Maha suci Allah yang telah menundukan kendaraan ini bagi kami, padahal kami tidak memiliki kekuatan yang berbanding. Dan sesungguhnya kepada Allah kami kembali. Segala puji bagi Allah dan Allah Maha Besar (3 kali) Ya Allah, tiada Tuhan selain Engkau. Ya Allah, Engkaulah Yang memberikan perlindungan dalam perjalanan, dan sebagai pemelihara keluarga, harta dan anak kami. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kesulitan dalam perjalanan, kejahatan kembali pulang dan buruknya penglihatan pada keluarga, harta dan anakku.”

Dikutip dari risalah:

عُدَّةُ السَّفَر

فِي بَيَانِ صَلاَةِ الْجَمْعِ وَالْقَصْر

جمع وترتيب

الحاج رزقي ذوالقرنين أصمت البتاوي

 الراجي الى رحمة ربه العزيز القوي

غفر الله له ولوالديه عن المساوي

 آمين

By

H. Rizki Zulqornain Asmat Cakung

Khodimut Thalabah Yayasan al-Muafah


[1] Imam Nawawiy al-Dimasyqiy, al-Azkar  h. 183.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s