Manaqib (Sejarah Para Wali)

A. Pengertian
Kata manaqib itu adalah bentuk jamak dari mufrad manqabah, yang di antara artinya adalah cerita kebaikan amal dan akhlak perangai terpuji seseorang, riwayat hidup seseorang yang berisikan tentang budi pekertinya keterpujian ahhlaknya yang patut dijadikan suri tauladan.

Jadi membaca manaqib, artinya membaca cerita kebaikan amal dan akhlak terpujinya seseorang. Oleh sebab itu kata-kata manaqib hanya khusus bagi orang-orang baik mulia: manaqib Sayyidina Umar bin Khatthab, manaqib sayidina Ali bin Abi Thalib, Manaqib Imam Syafii, Manaqib Imam Malik, manaqib Imam Abu hanifah, Manaqib Imam ahmad Bin Hambal, manaqib Syeikh Abdul Qadir al-Jilani, Manaqib Imam Ahmad Rifaii, Manaqib Imam ahmad al-Badawi, manaqib imam abul hasan assyadzilli, manaqib Imam Ibn masyisy, Manaqib Imam Ibrohim al-Dasuqi, Manaqib Imam Bahauddin Naqsyabandi, Manaqib Imam habib Abdullah al-hadaddad, manaqib Syeikh Samman al-Madani, Manaqib Syeikh Ahmad Tijani, manaqib Imam Muhammad abdul karim al-Mirghani dan lain sebagainya. Tidak dibenarkan kalau ada orang berkata manaqib fir’aun, manaqib Abu Jahal, manaqib Haji bokir, manaqib kabayan, dan lain sebagainya.

B. Dalil-dalil manaqib
Sebenarnya manaqib itu ada dalam Al’quran dan dalam hadis-hadis Nabi seperti manaqib, ashabul kahfi, Manaqib Dzul Qur’nain, Manaqib Lukman dan lain sebagainya. Adapun dalil yang digunakan hujjah untuk memperbolehkan praktek manaqib yaitu dalam kitab Bughyat al_Mustarsyidin, hlm. 97.

وَقَدْ وَرَدَ فِي اْلَاثَرِ عَنْ سَيِِّدِ الْبَشَرِ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اَنَّهُ قاَلَ :مَنْ وَرَّخَ مُؤْمِناَ فَكَأَنمَّاَ اَحْياَهُ وَمَنْ قَرَأَ تاَرِيْخَهُ فَكَأَنمَّاَ زَارَهُ فَقَدْ اسْتًوْجَبَ رِضْوَانَ اللهِ فيِ حُزُوْرِ الْجَنَّةِ.

Tersebut dalam surat atsar: Rasulullah pernah bersabda: Siapa membuat sejarah orang mukmin( yang sudah meninggal ) sama saja menghidupkan kembali; siapa memmbacakan sejarahnya seolah-olah ia sedang, siapa yang mengunjunginya, Allah akan memberikan surga.

Dalam kitab Jalauzh Zhulam ‘ala’Aqidatul awam dijelaskan

اِعْلَمْ يَنْبَغيِ لِكُلِّ مُسْلِمٍ طاَلِبُ الْفَضْلِ وَالْخَيْرَاتِ اَنْ يَلْتَمِسَ الْبَرَكاَتِ وَالنَّفَحَاتِ وَاسْتِجاَبَةِ الدُّعاَءِ وَنُزُوْلِ الرَّحْماَتِ فِي حَضَرَاتِ اْلأَوْلِياَءِ فِي مَجاَلِسِهِمْ وَجَمْعِهِمْ اَحْيَاءً وَأَمْوَاتاً وَعِنْدَ قُبُوْرِهِمْ وَحَالَ ذِكْرِهِمْ وَعِنْدَ كَثْرَةِ الْجُمُوْعِ فِي زِياَرَاتِهِمْ وَعِنْدَ مَذَاكَرَاتِ فَضْلِهِمْ وَنَشْرِ مَناَقِبِهِمْ . (جلاء الظلام على عقيدة العوام)

Ketahuilah seharusnya bagi setiap muslim yang mencari keutamaan dan kebaikan, agar ia mencari berkah dan anugrah, terkabulnya do’a dan turunnya rahmat di depan para wali, di majelis-majelis dan kumpulan mereka, baik masih hidup ataupun sudah mati, dikuburan mereka ketika mengingat mereka, dan ketika orang banyak berkumpul dalam berziarah kepada mereka, dan pembacaan riwayat hidup mereka.

Imam Syibliy berkata:

وَمِنْ اَنْفَعِ الْعُلُوْمِ وَاَكْثَرِهَا لِخَيْرَيِ الدُّنْيَا وَاْلاَخِرَةِ جَمْعًا وَاَشَدِّهَا فِي حَيَاةِ الْقُلُوْبِ وَقْعًا مَعْرِفَةُ سِيَرِ اْلأَوْلِيَاءِ الْعَارِفِيْنَ الَّذِيْنَ بِأَقْوَالِهِمْ وَاَفْعَالِهِمْ عَلَى اللهِ دَالِّيْنَ . فَيَحْصُلُ بِذَالِكَ حُسْنُ الظَّنِّ بِهِمْ وَمَحَبَّتِهِمُ الْمُوْصِلَةِ اِلَى أَعْلَى الْمَرَاتِبِ لِقَوْلِهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : اَلْمَرْءُ مَعَ مَنْ أَحَبَّ .

Artinya: “Salah satu ilmu yang paling bermanfaat, paling banyaknya terkumpul dua kebaikan dunia dan akhirat, paling jitu dalam menghidupkan hati adalah mengenal sejarah para auliya ahli ma’rifah yang perkataan dan perbuatan mereka menjadi petunjuk ke jalan Allah. Hal tersebut akan mendatangkan husnuzzhan (sangka baik) dan kecintaan kepada mereka, yang akan menyampaikan kepada pangkat tertinggi. Lantaran ada sabda Rasulullah yang mengatakan; “Seseorang akan berkumpul bersama orang yang ia cintai.”

Zulqornain Cakung

Satu pemikiran pada “Manaqib (Sejarah Para Wali)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s