Amalan Ibu Hamil

Amalan Ibu Hamil Agar Janinnya Dijaga Dan Mendapat Kemudahan serta Keselamatan Saat Melahirkan

Kehamilan merupakan satu anugrah besar yang Allah berikan kepada calon ibu sehingga menjadi bagian yang wajib disyukuri. Sebagaimana firman Allah Taala:

فَلَمَّا تَغَشَّاهَا حَمَلَتْ حَمْلًا خَفِيفًا فَمَرَّتْ بِهِ فَلَمَّا أَثْقَلَتْ دَعَوَا اللَّهَ رَبَّهُمَا لَئِنْ آَتَيْتَنَا صَالِحًا لَنَكُونَنَّ مِنَ الشَّاكِرِينَ .

Artinya:” Tatkala Nabi Adam menggauli siti Hawa, maka ia hamil dalam kandungan yang sederhana. Berjalan waktu kandungannya makin berat, maka keduanya berdoa kepada Allah seraya berkata: Jika Engkau berikan kepada kami anak yang sempurna pasti kami akan menjadi orang yang bersyukur.”[1]

Dari ayat di atas, ibu hamil dan suaminya dituntut untuk meningkatkan rasa syukur kepada Allah. Syukur didefinisikan oleh ulama dengan “Tashorruful Abdi ila Ma Khuliq Li Ajlihi” artinya syukur adalah dimana seseorang melakukan sesuatu yang menjadi tujuan dia diciptakan oleh Allah. Bukankah tujuan Allah menciptakan Jin dan manusia untuk beribadah. Segala bentuk kebaikan yang kita lakukan dalam hidup ini semua itu merupakan wujud syukur yang nyata kita kepada Allah Taala.

Ada banyak macam-macam ibadah seperti: Shalat sunnah, berdzikir, bershodaqah, berdoa, berpuasa, membaca al-Qur’an dan lain-lain.
Di antara amalan yang dilakukan oleh ibu hamil agar dijaga janinnya dan diberikan kemudahan nanti saat melahirkan adalah:
1. Memperbanyak Istighfar
Membaca istighfar sekurang-kurang dengan kalimat “Astaghfirullah” minimal 100 kali di waktu pagi, 100 sore. Yang paling afdhol membaca Sayyidul istighfar (rajanya Istighfar). Sebagai berikut:

اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ .

Artinya ”Ya Allah Engkau adalah Tuhanku, Tidak ada sesembahan yang haq kecuali Engkau, Engkau yang menciptakanku, sedang aku adalah hamba-Mu dan aku di atas ikatan janji -Mu dan akan menjalankannya dengan semampuku, aku berlindung kepadamu dari segala kejahatan yang telah aku perbuat, aku mengakui-Mu atas nikmat-Mu terhadap diriku dan aku mengakui dosaku pada-Mu, maka ampunilah aku, sesungguhnya tiada yang mengampuni segala dosa kecuali Engkau”.
2. Berdzikir dengan membaca Asmaul Husna
Syekh Yusuf Bin Ismail an-Nabhaniy meyebutkan di antara fadhilah membaca “Ya Raqiib” adalah menjaga janin dalam rahim ibu hamil. Hendaknya di baca Ya Raqiib sebanyak 7 kali sambil diusap-usap perut ibu hamil.[2]
3. Memperbanyak membaca shalawat.
Kita yakini bahwa Nabi Muhammad shallallahu Alaihi wa sallam adalah wasilah (perantara) terbesar yang Allah Taala ciptakan di alam ini. Tidak ada satu ni’mat dan kebaikan yang Allah kehendaki melainkan washilah beliau. Yang paling utama hendaknya membaca rajanya shalawat yaitu shalawat al-Fatih, sebagai berikut:

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدِنِ الْفَاتِحِ لِمَا أُغْلِقَ، وَالْخَاتِمِ لِمَا سَبَقَ، نَاصِرِ الْحَقِّ بِالْحَقِّ وَالْهَادِي إِلَى صِرَاطِكَ الْمُسْتَقِيْمِ، وَعَلىَ آلِهِ حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارِهِ العَظِيْمِ .

Artinya: “Ya Allah berikanlah Rahmat yang disertai ta’zhim kepada penghulu kami Nabi Muhammad sebagai pembuka apa yang tertutup dan yang menutup sesuatu yang terdahulu, penolong kebenaran dengan kebenaran yang memberi petunjuk ke arah jalan yang lurus. Dan kepada keluarganya, sebenar-benar pengagungan dan kedudukan yang agung.”

4. Membaca Doa

اللهم أنت عدتي في كربتي، وانت صاحبي في غربتي، وأنت حفيظتي عند شدتي، وأنت ولي نعمتي

Allahumma Anta Uddatii Fi Kurbati. Wa Anta Shohibii Fi Ghurbatii. Wa Anta Hafizhotii inda Syiddatii. Wa Anta Waliyyu Ni’matii
Artinya: “Ya Allah, Engkau merupakan tumpuan harapan dalam kesulitan yang aku hadapi, Engkau yang menemaniku saat aku dalam kesendirian. Engkau yang menjagaku ketika hal-hal pelik mengguncang hidupku. Engkau yang menjadi penolongku sekaligus pemberi ni’mat.”
Guru kami as-Sayyid Abdul karim Baqqasy al-Idrisiy al-Hasaniy mengatakan:

ما قال العبد هذا الدعاء عند النفساء الماحض إﻻ يسر الله عليها الوﻻدة

Artinya: ” Tidaklah seseorang membaca doa tersebut ketika mengalami masa hamil tua, melainkan Allah Taaala memberikan kemudahan kelahirannya.”[3]
Bagi sang suami atau calon bapak, paling tidak setelah mengerakan shalat yang lima atau di tempat dan waktu-waktu ijabah hendaknya membaca doa:

اللهم احفظ زوجتي (………….. بنت ………… ) وجنينها والطفها وجنينها الى أن تلده سالما ظاهرا وباطنا واجعله مباركا فاضلا طويل العمر . اللهم يسر حملها وخفف ثقلها يا أرحم الراحمين يا حي يا قيوم .

Artinya: Ya Allah, lindungi istriku yang bernama (…………) dan janinnya, berikan kelembutan kepadanya dan janinnya sampai ia melahirkan dalam keadaan selamat zhohir batin. Jadikan anak yang mendapat keberkahan, unggul dalam kebaikkan serta panjang umur. Mudahkan kehamilan ibunya dan ringankan beban saat melahirkan nanti. Wahai yang maha memiliki kasih sayang dan Maha Hidup dan Maha Mandiri.

5. Membawa Kitab al-Muwattha karya imam Malik Bin Anas Radhiyallahu Anhu.
para ulama banyak yang mengamalkannya, jika istri-istri mereka sedang hamil di antara amalan yang mereka lakukan adalah menyuruh para istri mereka membawa kitab al-Muwattha. Dengan niat bertabarruk (mengambil berkah) hadis-hadis Rasulullah, maka janin yang ada dalam perut wanita hamil akan mendapat perlindungan.

6. Membawa Kitab “Jawahirul Ma’aniy Wa Bulughul Amaniy Fi Faidhi Sayyidi Abil Abbas at-Tijaniy”.
di antara amalan yang memiliki keutamaan untuk menjaga janin adalah memegang atau membawa kitab Jawahirul Ma’aniy karya seorang Arif Billah Sayyidi Ali Harazim Bin al-Arabiy Barradah al-Fasiy. sebagaimana telah teruji coba oleh banyak orang. Para ulama thoriqoh Tijaniyah berwasiat kepada siapa saja di kalangan ikhwan yang istrinya sedang hamil agar ia membawa dan memegang atau memangku kitab Jawahirul Ma’aniy. Diyakini dengan barokah al-Quthbul Maktum Sayyidi Syekh Ahmad Tijani Radhiyallahu Anhu, janin akan diberikan penjagaan.

Adapun kebiasaan sebagian orang, jika istrinya hamil disuruh membawa gunting, peniti atau sapu dengan keyakinan bakal menolak bala, maka ini termasuk perbuatan khurafat (kepercayaan batil). Bukan hanya merusak aqidah tetapi juga dapat membayakan. Bayangkan, orang bunting disuruh bawa gunting, khawatir waktu ia jatuh akan ketusuk gunting. atau juga daster yang dipakai dipasang peniti besar juga jelas sangat berbahaya. Apalagi diyakini menolak bala, mengusir setan. kalo semata-mata biar setan takut, kenapa bukan pakai kampak atau linggis yang lebih besar dari gunting.

Mujarrabat Mudah Melahirkan

Syekh Mahraz Bin Khalaf at-Tunisiy membuat satu Qashidah yang beliau namakan Hirzul Aqsam

وإن عسرت عند الوﻻدة حامل ** فأبدل لها عسرا بفضلك باليسر
وفرج يا ربنا وأطلق سبيلها ** فإنك ذو فضل عظيم وذو غفر
ويسر عليها في الوﻻدة عاجلا ** بلطف كلطف كان في مريم البكر
وخفف بهذا الحرز عن كل مثقل ** من الوالدات الحاملات على الظهر

Jika seorang ibu mengalami kesulitan saat melahirkan. Ya Allah gantilah kesulitannya menjadi kemudahan. Berikan solusi dan mudahkan jalan keluarnya, sesungguhnya Engkau pemilik anugrah da ampunan. Mudahkan dia melahirkan dengan segera dengan mendapat kelembutan seperti yang di alami siti Maryam wanita suci. Ringankan dengan doa penjaga ini dari sesuatu yang memberatkan diri ibu yang akan melahirkan ini.
Bait di atas telah teruji coba oleh para ulama untuk memudahkan proses kelahiran. Dengan cara sebagai berikut: 3 bait pertama di atas ditulis di nampan dengan menggunakan air mawar, za’faran dan minyak misk. Setelah ditulis kemudian di basuh dengan air zamzam, atau air hujan atau juga air minum biasa dan setelah itu air basuhan diminumkan kepada wanita yang akan melahirkan. Dengan izin Allah, ia akan mendapat kemudahan.[4]
As-Sayyid abdul Karim Baqqasy al-Idrisiy al-Hasaniy juga menyebutkan: “Tulis ayat al-Insyiqoq ayat 1-4 di nampan dengan za’faron, minyak mawar dan minyak misk:

بسم الله الرحمن الرحيم . إِذَا السَّمَاءُ انْشَقَّتْ . وَأَذِنَتْ لِرَبِّهَا وَحُقَّتْ . وَإِذَا الْأَرْضُ مُدَّتْ . وَأَلْقَتْ مَا فِيهَا .

Kemudian tuangkan air di nampan tersebut untuk menghapus tulisan tadi, kemudian air tersebut di masukkan ke botol dan diminumkan kepada wanita yang akan melahirkan, maka dengan izin Allah akan dimudahkan kelahiran anaknya.”
Syekh Sulaiman al-Bujairimiy menyebutkan: “Hendaknya di tulis di nampan:

اخرج أيها الولد من بطن ضيقة إلى سعة هذه الدنيا ، اخرج بقدرة الله تعالى الذي جعلك في قرار مكين إلى قدر معلوم
لَوْ أَنْزَلْنَا هَذَا الْقُرْآَنَ عَلَى جَبَلٍ لَرَأَيْتَهُ خَاشِعًا مُتَصَدِّعًا مِنْ خَشْيَةِ اللَّهِ وَتِلْكَ الْأَمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ . هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ . هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلَامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ . هُوَ اللَّهُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ لَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى يُسَبِّحُ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ .
وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآَنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ

Kemudian hapuslah tulisan tersebut dengan cara menuangkan air ke nampan. Setelah itu air tersebut diminumkan atau di cipritkan ke muka wanita itu. Maka dengan barokah ayat al-Qur’an proses kelahiran akan dimudahkan.[5]

Sebagian ahli hikmah juga menyebutkan: Saat-saat seorang wanita ingin melahirkan, hendaknya ia menyebut nama Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam” Muhammad” dengan suara keras tiga kali. ini juga diyakini akan memudahkan proses kelahiran..

Diriwayatkan ada seorang yahudi yang istrinya mengalami kesulitan saat melahirkan. sampai ada tetangganya orang Islam yang menjenguknya dan berkata: “Coba suruh istri anda untuk memanggil nama Nabi kami “Ya Muhammad” tiga kali dengan suara keras. Sudah banyak orang mengamalkan cara demikian dan mereka berhasil. Yahudi tersebut gensi, tidak mau mengamalkannya. sepulang tetangga yang muslim, dia lihat keadaan istrinya makin kasihan. akhirnya si Yahudi itu ke dapur mengambil baskom besar, kemudian dia berkata kepada istrinya: ayo, sebut nama “Muhammad” tiga kali dengan kencang. akhirnya istrinya pun memanggil dengan keras “Ya Muhammad” tiga kali, agar tidak terdengar orang lain dan tetangga maka suaminya Yahudi itu sambil menutup muka istrinya dengan baskom. Ternyata istrinya setelah melakukan panggilan nama “Muhammad” langsung lahir anaknya dengan mudah.

Yang aneh, Yahudi itu langsung lari keluar rumah mencari tempat sampah dan membuang baskom tersebut. Begitulah kebencian yahudi kepada Islam. Kebenaran telah ia lihat di depan biji matanya tetapi dia tolak lantaran sudah buta mata hatinya.[6]

Subhanallah,

Khadimul Ma’had al-Mu’afah
H. Rizqi Zulqornain al-Batawiy

Snap 2015-04-13 at 12.05.30

[1][1] Surat al-A’raf ayat: 189.
[2][2] Syekh Yusuf Bin Ismail an-Nabhaniy, Saadatud Daroin Fi Shalat Ala sayyidil Kaunain, halaman: 562.
[3][3] H. Rizqi zulqornain al-Batawiy, al-Faraid Fi Qaidil Qalaid Wa shoidil Fawaid, halaman 75.
[4][4] H. Rizqi zulqornain al-Batawiy, al-Faraid Fi Qaidil Qalaid Wa shoidil Fawaid, halaman 77.
[5][5] Syekh sulaiman al-Bujairimiy, Tuhfatul Habib Syarh Iqna al-Khatib, vol. 4 halaman: 342.
[6][6] H. Rizqi zulqornain al-Batawiy, al-Faraid Fi Qaidil Qalaid Wa shoidil Fawaid, halaman 78.

Satu pemikiran pada “Amalan Ibu Hamil

  1. Assalamu alaikum ustad zulkarnaen….ma’v tads kalo sempat buka kajian sifat 20 ….yg ane lom ngerti sifat salbiah nafsiah maani maknawiyah…mohon mav tads n trims.
    Wassalamualaikum wr wb

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s